Sabtu, 16 Juli 2011

PIDATO BAHASA INDONESIA

“Shalat mencegah kemerosotan moral”.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الحمد لله الذى اَحْسَنَ تدبيرَ الكائناتِ وخَلَقَ الرضينَ والسمواتِ وأَنْزَلَ الماءَ مِنَ الْمُعْصِرَاتِ وأَنْشَأَ الحَبَّ والنبات وقَدَّرَ الارزاقَ والاقواتَ وأَثَابَ على الاعمالِ الصالحاتِ . اللهم صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ على سيدِناومولاَنا محمدٍ ذِى الْمُعجِزاتِ  الظاهراتِ الذى حَصَلَ من نُوره وجودُ الكائناتِ . اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له واشهد أن محمد عبده ورسوله لا نبى بعده . اتقوا الله اتقوا الله ولاتموتن الا وانتم مسلمون . وبعد.
            Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah.
            Pertama-tama marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan dan keta’atan kita kepada Allah swt. karena Allah lah yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat sehat sehingga kita bisa berkumpul di mesjid yang penuh dengan berkah ini untuk melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai umat Islam.
            Seiring waktu yang terus berlalu, alhamdulilah kita pun sekarang bisa merasakan nikmatnya hidup di alam kemerdekaan, di alam pembangunan, alam globalisasi, alam kemajuan di segenap aspek pembangunan. Kita patut berbangga hadirin, akan tetapi hadirin di balik semua kemajuan itu, kita umat Islam dipaksa untuk meneteskan air mata, kenapa? karena kemajuan-kemajuan ini juga diiringi dengan kemerosotan moral atau dekadensi moral anak-anak bangsa.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Kalau kita dengar di radio, baca di koran atau lihat di televisi, apakah itu acara patroli, sergap, buser, dll. Oh alangkah menyedihkan, kenapa? karena kita lihat generasi muda kita sekarang ini banyak yang hobinya pergi ke klub-klub malam dan diskotik, hura-hura, melakukan pergaulan bebas, seks bebas hingga dipergoki polisi atau orang kampung, dan juga tidak sedikit generasi muda kita yang telah terjerumus ke dalam dunia obat-obat terlarang yang sangat diharamkan.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Itulah sebagian potret generasi muda kita sekarang ini, generasi muda yang merupakan penerus perjuangan bangsa sebagaimana sabda Rasulullah saw.
إن فى يد الشبان أمر الامة وفى اقدامهم حياتها
Yang artinya: Sesungguhnya di tangan para pemudalah terletak masa depan umat,dan di kakinyalah kemajuan kehidupannya.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Lalu kenapa kemerosotan moral ini bisa terjadi? Siapa yang harus disalahkan? Apakah salah Ibu yang telah mengandung dan melahirkan, atau apakah salah ayah yang menyebabkan kehamilan. Hadirin, tiada yang perlu kita kambing hitamkan. Namun ada satu hal yang harus diperhatikan, kenapa generasi muda kita menjadi seperti ini hadirin, yaitu karena kurangnya pendidikan agama, sehingga menyebabkan mereka buta dan cuma suka hura-hura dan menghalalkan segala cara. Dan hadirin salah satu pendidikan agama yang sangat penting adalah pendidikan shalat.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Shalat tidak cuma sebagai ibadah yang hanya dikerjakan atau rutinitas saja, tapi lebih dalam lagi, shalat dapat menjadi solusi bagi kemerosotan moral generasi muda kita. Sebagaimana firman Allah:

وَأقِمِ الصَّلاَ ةَ  إِنَّ الصَّلاَ ةَ تَنْهى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Kerjakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. (Al Ankabut : 45)
Bagaimana shalat dapat membentuk kepribadian dan mencegah dekadensi moral? Mari kita lihat hadirin!
Ketika seseorang mengerjakan shalat, berarti dia telah mendapatkan hidayah iman, dan orang yang memperoleh hidayah iman, tentunya dia juga mendapatkan hidayah untuk menyadari, yang mana perintah Allah dan yang mana larangan Allah. Dan shalat adalah perintah Allah. Barang siapa mengerjakan perintah Allah dia akan mendapatkan balasan surga, dan barang siapa mengerjakan larangan Allah, dia akan mendapatkan balasan neraka. Nah hadirin, semakin sering seseorang mengerjakan shalat, maka semakin dalam tertanam kesadaran ini. Sehingga dampaknya, akan membuat manusia selalu terjaga untuk tidak berbuat yang dilarang Allah, karena ketika hendak berbuat, dia akan teringat dengan dampak dari perbuatannya itu, apakah surga dan neraka. Walaupun  kesadaran seperti ini adalah tingkatan keimanan orang awam, tapi ini tetap lebih bagus dari pada orang yang tidak punya kesadaran.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Shalat juga menimbulkan ketenangan dan kekuatan jiwa, kenapa? karena setiap orang yang shalat maka dia harus melupakan semua hal yang berbau duniawi. Dia harus menyadari bahwa sekarang dia sedang berhadapan dengan Yang Maha Kuasa Allah SWT, sebagaimana sabda rasul:

الَصَّلاَ ةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْن

Shalat adalah mi’rajnya orang mu’min.
Nah Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Manakala orang sudah melupakan hal-hal yang berbau duniawi, maka dia akan memperoleh ketenangan dan ketenteraman, karena dunia hanyalah tempat yang penuh kesibukan, sebagaimana dalam al Qur’an disebutkan bahwa dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Ketika shalat kita harus menghilangkan pikiran dunia kita, dan mengembalikannya kehadirat Allah SWT. Jadi hadirin, semakin sering kita shalat, semakin membuat diri kita tenang dan tenteram, sehingga ketika kita mengalami masalah atau pikiran yang kelut, kita tidak perlu mencari ketenangan lain seperti narkoba atau diskotik. Tapi kita tahu harus kemana, yaitu dengan cara mengingat Allah, dengan shalat, dengan menyandarkan segalanya kepada Allah, bahwa semuanya adalah memang ketentuan Allah.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah, manusia secara fitrah adalah suci, sedang jiwa manusia  itu sendiri lemah dan tidak  dapat menjaga kesucian itu sebagaimana mestinya yang menyebabkan manusia sering terombang ambing oleh alunan nafsu dan keinginan. Maka shalatlah yang memberikan keteguhan hati dan ketegasan pendirian. Sebagaimana firman Allah dalam al Qur’an surah al Ma’arij ayat 19-23:

اِن الاِ نْسَان خُلِقَ هَلُوْعًا  اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا  وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ  مَنُوْعًا

 اِلاَّ الْمُصَلِّيْن  الَّذِيْن هُمْ عَلى صَلاَتِهِمْ دَائِمُوْن
Sesungguhnya manusia itu dicptakan keluh kesah dan kikir, apbila ditimpa kesusahan ini gelisah, apabila ditimpa kebaikan ia kikir, kecuali orang-orang yng shalat yaitu orang-orang yang tetap menjaga shalatnya.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah, jiwa kita ini laksana baterai, yang mana dalam sehari semalam baterai bermerk manusia ini harus di ces 5 kali. Kalau kurang dari 5 kali atau tidak pernah sama sekali di ces, maka baterai ini pun akan mati. Kalau sudah mati dia akan menjadi sampah, dan sudah sifat sampah yaitu mengganggu, baik mengganggu pemandangan atau mengganggu penciuman, sehingga sampah akan dijauhi. Di antara manusia banyak manusia yang bisa disebut baterai mati karena cuma sebagai pengganggu, pembikin masalah dan keonaran, karena jiwa mereka kosong dari tenaga iman, nah, kalau jiwa sudah kosong dari cahaya iman, maka syaitanlah yang mengisi kekosongan itu. dan syaitan akan menjerumuskannya ke dalam jurang kemungkaran dan kemaksiatan
Nah, Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah, shalat 5 waktu yang kita kerjakan dapat menjadi pengontrol bagi kita, khususnya generasi muda kita agar tidak terperosok ke dalam jurang kemungkaran. Apalagi kalau shalat ini sudah dibiasakan semenjak kecil.
Tapi hadirin, masalahnya sekarang adalah banyak generasi muda kita yang tidak shalat, bahkan tidak pernah shalat atau tidak mengenal shalat, Maka untuk menanamkan kewajiban shalat ini, tentulah peranan orang tua sangat diperlukan, orang tua hendaknya menanamkan sejak dini mengenai kewajiban shalat kepada anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda:
كل ومولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه او ينصرانه او يمجسانه
Setiap anak yang dilahirkan itu adalah fitrah, maka orang tuanyalah yang akan membentuk anak itu, apakah ia akan menjadi orang Yahudi, apakah ia kana menjadi orang Nasrani, atau apakah ia akan menjadi orang Majusi.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Jadi, di dalam mendidik kewajiban shalat ini peran orang tua sangat diperlukan. Bagaimana caranya? Tentunya orang tuanya yang shalat dulu, karena akan-anak itu suka meniru, dan tentunya yang menjadi tiruannya yang pertama adalah orang terdekatnya, yaitu orang tuanya. Jadi kalau orang tuanya shalat, anak juga ikut shalat, tapi kalau orang tuanya nonton TV saat waktu shalat, anaknya juga nonton TV, orang tuanya pergi ke mesjid, tentu anaknya pergi ke mesjid, tapi kalau orang tuanya pergi ke bioskop, tentunya anaknya juga ikut ke bioskop. Nah, hadirin, peranan orang tua sangatlah diperlukan dalam menanamkan kebiasaan shalat ini, semakin dini menanamkan shalat, maka semakin dalam kesadarannya.
Hadirin, peranan sekolah juga diperlukan dalam menanamkan kebiasaan shalat ini, misalnya dengan mengadakan jadwal shalat bergiliran setiap kelas.
Hadirin, sidang Jum’at yang dirahmati Allah. Semoga Allah senantiasa menolong kita agar dapat selalu mendirikan dan menegakkan shalat, baik bagi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita dan masyarakat kita. Insya Alah dengan ibadah shalat, kita akan mampu mengatasi krisis akhlak yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Dan kita akan dapat mencapai cita-cita yang kita inginkan bersama, yaitu:
بلدة طيبة ورب غفور
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar