Sabtu, 16 Juli 2011

PIDATO HIKMAH SHOLAT DALAM KEHIDUPAN


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين
الصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين امام المتقين سيد الحر المعجلين
نبينا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين
Alhamdulillah adalah sebuah mutiara kata yang memang sudah sepantasnya kita panjatkan kepada Allah swt, karena Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, Dialah pula yang menciptakan lautan yang penuh dengan mutiara dan permata, Dialah yang menciptakan bumi yang tersusun di atasnya gunung yang tinggi sampai gurun sahara, dan Allah lah pula yang menciptakan manusia yang terdiri dari pria dan wanita yang masing-masing mendapatkan anugerah cinta, dan karena karuniaNya juga sehingga kita disini bisa berjumpa dan saling bertatap mata dalam keadaan sehat dan tanpa kurang suatu apa.
Sholawat serta salam selalu untuk selamanya semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw beserta para keluarga, sahabat, kerabat dan umatnya hingga akhir masa.
Hadirin kamu muslimin rahimakumullah.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, bertepatan dengan bulan Rajab 1432 H, izinkanlah saya menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Hikmah Shalat dalam Kehidupan”.
Hadirin rahimakumullah.
Sekarang ini dengan kemajuan zaman yang semakin maju dan teknologi yang semakin canggih, banyak orang yang semakin pongah dan merasa bangga, namun hadirin, dibalik kebanggan itu semua, dibalik kemajuan itu semua. Kita sebagai seorang muslim dipaksa untuk meneteskan air mata. Kenapa? Karena banyak juga sekarang ini, orang-orang yang mengalami gejala sakit rohani, seperti Hysteria, Dementia Pralitya, Pellagra, Schizophrenia, Manic Depressive Psychos, Ologophrenia, Psychopathia, dan lain-lain. Sehingga banyak di antara mereka yang mencari pengobatan ke gunung-gunung, ke goa-goa, seraya bertapa hanya untuk mendapatkan penyembuhan dan ketenangan jiwa. Yang lain, ada yang memilih untuk memakai narkotika dan obat-obat penenang lainnya, dari putaw, ekstasi, heroin, sampai dengan ganja. Dan bahkan yang lebih gila lagi, ada di antara mereka yang lebih memilih untuk bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali, mati tanpa sempat untuk minta maaf kepada orang-orang yang dia cintai dan tanpa sempat mengucapkan istigfar kepada Ilahi rabbil izzati. Wal’iyaazu billahi min zalik.
Padahal, kalau kita kembali kepada ajaran Allah, maka Allah telah memberikan kita obat mujarab untuk segala penyakit yang berkaitan dengan jiwa dan rohani. Allah swt berfirman:
الا بذكر الله تطمئن القلوب
Hanya dengan mengingat Allah lah hati akan tenang.
Dan berkaitan dengan ayat di atas pula, Allah pun menjelaskan lagi dengan firmannya:
وَاَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ
Dan dirikanlah shalat untuk mengingatku (Allah)
Dan senada dengan firman Allah tersebut, Rasulullah saw bersabda:
اِنَّماَ الصلاةُ تَمَسْكُنٌ وتواضعٌ وتضرُّعٌ وتأسفٌ ونَدَمٌ
..................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................

Hadirin,
Berdasarkan ayat dan hadits di atas dapatlah kita pahami, bahwasanya Allah swt telah mengajarkan kepada kita bahwa untuk menghadapi segala hal yang membuat kita tidak tenang atau gelisah, hendaklah kita mengingat Allah. Dan mengingat Allah yang paling utama adalah dengan mengerjakan shalat.
Hadirin, Jasmani bisa sehat diperlukan makanan yang cukup dan bergizi, dan begitu pula rohani. Rohani bisa sehat diperlukan santapan yang cukup pula. Dan menu untuk rohani ini adalah mengingat Allah dengan shalat. Karena ketika shalat, segala hal kita serahkan kepada Allah. Dan manakala segala hal telah kita serahkan kepada Yang Segala Maha, kepada Allah. Maka beban jiwa akan dapat dikurangi yang pada gilirannya dapat membebaskan bathin kita dari segala beban kehidupan.
Seorang pakar kesehatan, DR. J. Dewett Fox mengatakan bahwa dokter-dokter dan ahli ilmu jiwa meyakinkan bahwa peribadatan dan pengharapan kepada Ilahi membawa kepada pemandangan otak yang lebih baik, tenang dan kesehatan badan yang baik.
DR. RH. Su’dan berkata bahwa tujuan pengobatan jiwa adalah menolong penderita untuk melenyapkan kontradiksi dalam rohani, biasanya dapat dilakukan dengan psikoterapi. Namun karena di dalam kehidupan mereka kembali menghadapi hal-hal yang mengganggu rohani dan kejiwaannya, merekapun kembali menjadi langganan tetap RS Rohani. Padahal hadirin, semua ini tidak perlu terjadi, karena bagi orang yang mendirikan shalat dengan baik semua akan teratasi, karena di dalam Shalat seseorang akan mendapatkan ketenangan jiwa.
Hadirin, akhirnya marilah kita berdo’a semoga kita menjadi orang selalu mendirikan shalat juga anak dan ketrurunan kita sebagaimana do’a yang telah Allah ajarkan kepada kita dengan firmannya:
رَبِّ اجْعَلْنِىْ مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّياَتِىْ رَبَّناَ وَتَقَبَّلْ دُعَاء
Ya Allah jadikanlah aku dan keturunanku menjadi orang yang mendirikan shalat, ya Allah terimalah do’a ini. Amin.
Hadirin, kiranya demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Salah khilaf mohon dimaafkan.
Puhun rambutan rimbun di rapun.
Gugur sabiji di atas hatap.
Lawan nang tuha ulun minta ampun
Lawan nang anum ulun minta maaf

Wabillahi taufiq wal hidayah, war ridho wal ‘inayah
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar